{"id":1015,"date":"2026-08-01T01:52:50","date_gmt":"2026-08-01T01:52:50","guid":{"rendered":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/?p=1015"},"modified":"2026-08-01T01:52:50","modified_gmt":"2026-08-01T01:52:50","slug":"10-resep-kue-basah-nusantara-terpopuler-yang-wajib-dicoba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/10-resep-kue-basah-nusantara-terpopuler-yang-wajib-dicoba\/","title":{"rendered":"10 Resep Kue Basah Nusantara Terpopuler yang Wajib Dicoba"},"content":{"rendered":"<h1>10 Resep Kue Basah Nusantara Terpopuler yang Wajib Dicoba<\/h1>\n<p>Kue basah merupakan salah satu sajian kuliner yang menjadi favorit di Indonesia. Dengan tekstur yang lembut dan cita rasa yang khas, kue basah sering kali menjadi pilihan untuk acara-acara spesial atau sekadar teman bersantai bersama keluarga. Artikel ini akan mengulas 10 resep kue basah Nusantara terpopuler yang wajib Anda coba. Mari kita selami kelezatan kuliner tradisional Indonesia!<\/p>\n<h2>1. Kue Lapis<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Kue lapis adalah salah satu kue tradisional paling ikonik di Indonesia, dikenal dengan tampilannya yang berlapis-lapis. Biasanya terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, gula, dan pewarna makanan alami dari daun pandan atau bunga telang.<\/p>\n<h3>Cara Membuat<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Bahan-bahan:<\/strong> Tepung beras, tepung sagu, santan, gula pasir, garam, dan pewarna makanan.<\/li>\n<li><strong>Tangga:<\/strong> Campur semua bahan kecuali pewarna, bagi adonan, beri pewarna, kukus berlapis-lapis.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kiat<\/h3>\n<p>Gunakan api kecil saat mengukus untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan tidak pecah.<\/p>\n<h2>2. Klepon<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Klepon berasal dari daerah Jawa dan terkenal dengan kejutan gula merah cair di dalamnya. <\/p>\n<h3>Cara Membuat<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Bahan-bahan:<\/strong> Tepung ketan, air daun pandan, gula merah, kelapa parut.<\/li>\n<li><strong>Tangga:<\/strong> Isi adonan tepung ketan dengan gula merah, rebus, gulingkan pada kelapa parut.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kiat<\/h3>\n<p>Pastikan gula merah benar-benar tertutup adonan agar tidak bocor saat direbus.<\/p>\n<h2>3. Dimana-Dimana<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Kue yang satu ini dikenal luas di seluruh nusantara, memiliki kulit dari tepung beras ketan dan taburan wijen di atasnya, dengan isi kacang hijau lembut di dalamnya.<\/p>\n<h3>Cara Membuat<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Bahan-bahan:<\/strong> Tepung ketan, kacang hijau, gula pasir, wijen.<\/li>\n<li><strong>Tangga:<\/strong> Buat isian dari kacang hijau, bungkus dalam adonan kulit, gulingkan pada wijen, goreng.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kiat<\/h3>\n<p>Gunakan kacang hijau yang sudah direndam hingga empuk untuk membuat isian lebih creamy.<\/p>\n<h2>4. Lapis Legit<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Lapis legit atau spekkoek adalah hasil akulturasi budaya Belanda dan Indonesia, dikenal dengan aroma rempahnya yang khas.<\/p>\n<h3>Cara Membuat<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Bahan-bahan:<\/strong> Telur, mentega, gula halus, tepung terigu, bumbu spekkoek.<\/li>\n<li><strong>Tangga:<\/strong> Panggang berlapis-lapis dengan olesan mentega di tiap lapisan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kiat<\/h3>\n<p>Gunakan rempah-rempah berkualitas untuk mendapatkan aroma dan rasa yang autentik.<\/p>\n<h2>5. Nagasari<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Nagasari, yang terbuat dari tepung beras dengan isian pisang, sering disajikan pada acara-acara adat.<\/p>\n<h3>Cara Membuat<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Bahan-bahan:<\/strong> Tepung beras, santan, gula pasir, pisang.<\/li>\n<li><strong>Tangga:<\/strong> Bungkus adonan tepung dengan pisang di tengahnya menggunakan daun pisang, kukus.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kiat<\/h3>\n<p>Pilihlah pisang yang sudah matang sempurna agar terasa manis dan lembut.<\/p>\n<h2>6. Gulungan Omelet<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Dadar gulung adalah kue basah berbentuk gulungan dengan isian kelapa parut manis, sering kali diberi warna hijau dari pandan.<\/p>\n<h3>Cara Membuat<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Bahan-bahan:<\/strong> Tepung terigu, santan, kelapa parut, gula merah.<\/li>\n<li><strong>Tangga:<\/strong> Buat telur dadar dari tepung, isi dengan kelapa parut yang dimasak dengan gula merah, gulung.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kiat<\/h3>\n<p>Gunakan wajan anti lengket untuk membuat dadar yang tipis dan mulus.<\/p>\n<h2>7. Kue Bugis<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Kue Bugis, yang berasal dari Sulawesi, dikenal dengan kulit yang lembut dari tepung ketan dan isian kelapa yang manis.<\/p>\n<h3>Cara Membuat<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Bahan-bahan:<\/strong> Tepung ketan, kelapa parut, gula merah.<\/li>\n<li><strong>Tangga:<\/strong> Isi adonan ketan dengan campuran kelapa dan gula, bungkus dengan daun pisang, kukus.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kiat<\/h3>\n<p>Gunakan gula merah berkualitas tinggi untuk rasa manis yang kaya.<\/p>\n<h2>8. Putri Ayu<\/h2>\n<h3>Sejarah dan Asal Usul<\/h3>\n<p>Putri Ayu adalah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>10 Resep Kue Basah Nusantara Terpopuler yang Wajib Dicoba Kue basah merupakan salah satu sajian kuliner yang menjadi favorit di Indonesia. Dengan tekstur yang lembut dan cita rasa yang khas, kue basah sering kali menjadi pilihan untuk acara-acara spesial atau sekadar teman bersantai bersama keluarga. Artikel ini akan mengulas 10 resep kue basah Nusantara terpopuler [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[569],"class_list":["post-1015","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kue-basah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1015"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1017,"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1015\/revisions\/1017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampecakmahaasyik.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}